Salah satu potensi sumber energi terbarukan yang menurut saya sebaiknya diberi perhatian khusus adalah dengan menggunakan panas bumi karena pemanfaatannya yang ekonomis dan ramah lingkungan.
![]() |
| sumber: http://auzaniofficial.files.wordpress.com/2013/02/pltpb.jpg |
Panas bumi itu sendiri adalah sumber energi panas yang terbentuk dan terdapat di dalam kerak bumi.
Dari mana energi panas bumi ini berasal?Beberapa pendapat mengatakan bahwa energi tersebut berasal dari aktivitas tektonik yang sudah terjadi sejak bumi ini tercipta dan juga berasal dari panas matahari yang diserap oleh permukaan bumi.
Secara umum teknologi ini juga memiliki kekurangan yaitu penggunaannya terbatas pada dekat area perbatasan tektonik sehingga pembangunan pembangkit listrik atau sejenisnya yang memanfaatkan energi panas bumi hanya dapat dibangun di daerah-daerah tertentu.
Berikut ini saya ingin menjelaskan lebih lanjut mengenai energi panas bumi melalui analisa terhadap artikel yang bersumber dari: http://geothermal.itb.ac.id/sites/default/files/public/Sekilas_tentang_Panas_Bumi.pdf
Menurut artikel yang saya kutip tersebut,energi panas bumi sudah diterapkan cukup lama,dan ada sekitar 72 negara yang telah memanfaatkan energi tersebut untuk berbagai bidang.Namun,jumlah negara yang sungguh-sungguh menggunakan energi ini sebagai sumber energi listrik masih terbilang sedikit,yaitu 24 negara dimana Indonesia termasuk didalamnya.
Di Indonesia sendiri,pencarian sumber energi panas bumi sudah dimulai sejak tahun 1918.Namun secara luas baru dilakukan pada tahun 1972.Saat itu Direktorat Vulkanologi dan Pertamina bekerja sama dengan pemerintah New Zealand dan Prancis untuk melakukan survey mengenai potensi panas bumi di Indonesia.Ditemukan 256 prospek panas bumi yang umumnya memiliki temperatur tinggi.
![]() |
| pembagian prospek panas bumi berdasarkan pulau |
Kemudian,menurut seorang ahli yaitu Budihardi(1998) penyebab melimpahnya sumber energi panas bumi di Indonesia dikarenakan adanya tiga lempeng yang saling berinteraksi melalui tumbukan yaitu lempeng Eurasia, lempeng Pasifik,dan lempeng India-Australia.
Tumbukan antara lempeng Eurasia dan India-Australia mengakibatkan proses magmatisasi di Pulau Sumatera lebih dangkal dibandingkan dengan Pulau Jawa atau Sulawesi.Hal ini berarti bahwa reservoir panas bumi di Sumatera umumnya menempati batuan sedimen yang permeabilitasnya lebih besar dibandingkan dengan batuan vulkanik pada reservoir panas bumi di pulau Jawa dan Sulawesi.
Sistem Panas Bumi di Indonesia kebanyakan merupakan sistem hidrotermal dengan suhu tinggi. Adanya suatu sistem hidrothermal dibawah permukaan sering ditandai dengan adanya mata air panas, kubangan lumpur panas,geyser,dan manifestasi panas bumi lainnya.Berdasarkan jenisnya, sistem hidrothermal juga dibagi berdasarkan jumlah fasanya(satu atau dua).Sistem dua fasa kemudian dibagi lagi menjadi dua jenis yaitu:
- Sistem dominasi uap,sangat jarang dijumpai.Sistem dimana fasa gas lebih dominan dibandingkan fasa fluidanya.
- Sistem dominasi air,sistem yang lebih umum dijumpai dimana kandungan air pada reservoir lebih dominan daripada kandungan gasnya.




